Bagaimana Setting DNS server di Slackware ??


ffiiuh,,,,,,,,, akhirnya sukses juga seting DNS server di slackware gw, setelah 3 hari ngoprek sambil ketok-ketok pintu mas google, DNS merupakan singkatan dari Domain Name Service, fungsi utamanya adalah menerjemahkan alamat ip komputer dengan alamat yang lebih manusiawi atau bahasa daerahnya ?humanable?.

Seperti yang kita ketahui, setiap komputer yang terhubung ke internet harus punya ip address sebagai alamatnya.Tentunya kita tidak mungkin ingin selalu mengetikkan alamat seperti 66.94.234.13 untuk membuka email di yahoo.com, dan mengingat milyaran website dengan ip addressnya. (jangan gila donk).. #!##$%

di bawah ini beberapa file yang saya ubah untuk setting DNS, /etc/resolv.conf

/etc/named.conf

/var/named/caching-example/localhost.zone

/var/named/caching-example/named.local

kali ini saya akan membuat Server DNS dengan OS Slackware 12.1 (192.168.0.16) sebagai komputer A untuk menterjemahkan IP Address komputer B yang menjalankan Apache Webserver di OS Slackware 9.0 (192.168.0.6).

Saya asumsikan anda sudah menginstall aplikasi bind, secara default terinstall saat instalasi Slackware Linux, Kita akan bahas per blok, dan apa saja modifikasi yang akan kita buat.

Pertama kita buka file named.conf di /etc/named.conf

+++BLOK PERTAMA+++

options { directory “/var/named”;

/* * If there is a firewall between you and nameservers you want

* to talk to, you might need to uncomment the query-source

* directive below. Previous versions of BIND always asked

* questions using port 53, but BIND 8.1 uses an unprivileged

* port by default.

*/

// query-source address * port 53; };

Blok ini merupakan global setting dari bind, directory ?/var/named? adalah direktory kerja dari bind, di direktory tersebut di tempatkan file ? file konfgurasi domain yang biasa di sebut zone.

Tidak disarankan untuk mengutak ? atik blok ini kecuali Anda tahu apa yang Anda kerjakan. Atau dengan kata lain, biarkan ini saja begitu.

+++BLOK KEDUA+++

zone “.” IN { type hint; file “caching-example/named.root”; };

Blok ini merupakan blok root zone atau kasarnya alamat ? alamat dari domain ? domain internasional. Kita membutuhkan blok root zone ini.

Biasanya saya melakukan perubahan dengan menghilangkan ?caching-example/? pada baris file sehingga hanya berbentuk seperti ini : (ini terserah perut anda, karena menurut saya lebih mudah dalam pengorganisasian file konfigurasi).

file “named.root”; lalu kita pindahkan file “named.ca” dan file konfigurasi lainnya, dengan mengetikkan di konsol seperti ini;

# mv /var/named/caching-example/* /var/named

(tanpa tanda kres, hanya untuk memberitahukan anda harus sebagai root)

+++BLOK KETIGA+++

zone “localhost” IN { type master; file “localhost.zone”; allow-update { none; }; };

Blok ini adalah forward localhost, Dalam artian jika dns server mendapatkan perintah untuk mengetahui alamat ip dari localhost maka bagian blok ini yang mengurusnya.

Saya sarankan untuk tetap menyimpan blok ini tapi berhubung sudah memindahkan file /var/named/caching-example/ jadi bari filemenjadi :

file “localhost.zone”;

+++BLOK KEEMPAT+++

zone “0.0.127.in-addr.arpa” IN {

type master; file “named.local”;

allow-update { none;

};

};

Blok ini merupakan kebalikan dari blok localhost atau biasa disebut reverse, karena kebalikan reverse kerjanya juga terbalik yaitu mencari nama dari ip yang di?query?kan ke DNS server.

kita akan membuat domain slacker.org untuk komputer B dengan ip 192.168.0.6, dan domain uname.slacker.org untuk komputer A dengan ip 192.168.0.16 yang bertugas sebagai DNS Server. kita pindah ke direktori ;

# cd /var/named

lalu kita copy-kan saja konfigurasi awal dengan mengetikkan perintah ;

# cp localhost.zone slacker.zone

# cp named.local 192.168.0.zone

buka file konfigurasi “named.conf” dengan teks editor kesayangan anda ganti dengan kofigurasi sebagai berikut;

# vi /etc/named.conf

options { directory “/var/named”;

/* * If there is a firewall between you and nameservers you want

* to talk to, you might need to uncomment the query-source

* directive below.Previous versions of BIND always asked

* questions using port 53, but BIND 8.1 uses an unprivileged

* port by default.

*/

// query-source address * port 53;

};

//

// a caching only nameserver config

//

zone “.” IN{

type hint; file “named.root”;

};

zone “slacker.org” IN {

type master; file “slackware.zone”;

allow-update { none; };

};

zone “0.168.192.in-addr.arpa” IN

{ type master;

file “192.168.0.zone”;

allow-update { none; };

};

—————————————————————-

kita perhatikan baris zone “slacker.org” IN {

Ini kita sesuaikan dengan nama domain yang kita buat. Jika kita membuat domain slacker.org maka baris zone itu juga berisi slacker.org, selanjutnya adalah jenis dari domain tersebut apakah merupakan domain master atau slave, untuk lebih detil tentang master dan slave dari domain silahkan baca dokumentasi tentang dns.

Baris berikut adalah file dari domain. File bisa kita namakan terserah kita namun yang pasti sama dengan yang ada pada blok zone, dalam hal ini kita menggunakan nama file slacker.zone, saya sarankan nama file yang digunakan representatif sehingga untuk administrasi ataupun trouble shooting tidak lagi pusing soal nama file dan domain.

Blok terakhir yang kita buat adalah reverse dari domain slacker.org, berhubung karena kita dalam tahap belajar maka kita menggunakan ip address lokal saja, dalam hal ini kita defenisikan adalah 192.168.0.X, yang perlu diperhatikan pada pendefenisian reverse, penulisan alamat ip itu ditulis terbalik (namanya juga reverse) jadi jika kita menggunakan ip 192.168.0.X maka yang dituliskan di zone reverse adalah 0.168.192.in-addr.arpa, demikian juga halnya jika menggunakan ip – ip yang lain atau ip publik.

Baris selanjutnya sama dengan forward dari slacker.org yaitu type domain dan file zone, dalam hal ini kita menset 192.168.0.zone untuk file dari reverse kita.

—————————————————————-

+++FILE-FILE ZONE+++

setelah file “named.conf” kita oprek, kita akan oprek file “slacker.zone” dan “192.168.0.zone”

root@slacker:/var/named# ls -l

total 24

-rw-r–r– 1 root root 281 2009-02-19 21:36 192.168.0.zone

drwxr-xr-x 2 root root 4096 2008-04-14 05:07 caching-example/ -rw-r–r– 1 root root 195 2009-02-11 09:23 localhost.zone

-rw-r–r– 1 root root 433 2009-02-11 09:23 named.local

-rw-r–r– 1 root root 2878 2009-02-11 09:23 named.root

-rw-r–r– 1 root root 289 2009-02-19 21:38 slacker.zone

lalu pada file “slacker.zone” ganti kata localhost dengan kata slacker.org seperti di bawah ini;

$TTL 86400 $ORIGIN slacker.org. # domain yang akan kita buat

@ 1D IN SOA @ root (

42 ; serial (d. adams)

3H ; refresh

15M ; retry

1W ; expiry

1D ) ; minimum

1D IN NS ns1.slacker.org. # sebagai NS server dari domain

1D IN A 192.168.0.6 # ip dari komputer Byang menjalankan webserver

ns1 1D IN CNAME @

www 1D IN CNAME @ # Baris pertama merupakan subdomain www yang menunjuk pada A record

uname 1D IN A 192.168.0.16 # kita buat sub domain dengan nama “uname” yang menunjuk komputer A

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

setelah itu kita acak-acak file “192.168.0.zone” (reverse) seperti di bawah ini;

$TTL 86400

@ IN SOA slacker.org. root.slacker.org. (

1997022700 ; Serial

28800 ; Refresh

14400 ; Retry

3600000 ; Expire

86400 ) ; Minimum

IN NS slacker.org. 6 IN PTR slacker.org.

16 IN PTR uname.slacker.org.

Seperti halnya reverse dari localhost kita juga hanya mengisikan ip dari daftar domain dan sub domain yang kita buat.

Jika sudah selesai, silahkan merestart bind :

# /etc/rc.d/rc.bind restart

Jika tidak ada kesalahan (sebaiknya periksa /var/log/message) maka kita sudah bisa mengquery domain yang kita buat.

Selanjutnya adalah menggunakan DNS Server kita, bagi pengguna linux silahkan edit file “/etc/resolv.conf” untuk memasukkan ip dari DNS Server, yaitu komputer A dengan ip 192.168.0.16 $ vi /etc/resolv.conf search slacker.org nameserver 192.168.0.16 Dengan demikian setiap kali ada permintaan DNS dari linux box kita maka akan menggunkan DNS dari 192.168.0.16, Silahkan sesuaikan dengan sistem atau distro linux yang lainnya..

daaaaaaaagghhh… referensi :

http://yudymardianto.blogspot.com/2007/09/dns-server-master-slave-freebsd.html

http://www.linuxhomenetworking.com/wiki/index.php/Quick_HOWTO_:_Ch18_:_Configuring_DNS

http://slackby.wordpress.com/2007/08/22/slackware-setup-dns-server-dengan-dnsmasq

http://thrckstr.wordpress.com/2008/08/08/setting-dns-server-di-slackware/

30 thoughts on “Bagaimana Setting DNS server di Slackware ??

  1. wah tlisan lu mnarik jga tuh ’bout setting DNS pke slackware na…
    tp w kog ssah ya bwat nyoba di laptop w…gmana klo lw ajarain w aj langsung? xry klo w ngrepotin u master linux..

    • ah masa sih mas??? saya juga cantumin kok sumbernya,, kalo mirip dengan artikel punya emas,,, maf dehh, gak sengaja,,,

  2. cerewet amat sih…. mau kopi mau jiplak.. biarkan aja..
    yg penting setiap yg ditulis itu … menyumbangkan buah pikiran…

    yg newbie newbie… kayak aku ini…

    ya nggak.. ya nggak….

    • iya ya mas ya,, cerewet,, kan yang setiap buat artikel juga cantumin sumbernya,, tapi saya liat blognya,, gak ada yang sama tuh ??? apa mata gue picek,,, zzzzzzzz

  3. ????????
    wele,opo kui?????

    mas,aq ga paham pisan.
    hi hi hi hi
    cmn isa baca doank,ga isa praktekna.
    hua….. hua…..
    <<<<< “LOL” (saia)
    gmn mo jd NOVICE,orang yg NEWBIE ajah saia ga lulus2x.
    wkwkwkwkwkwkkwkwkwkwkwk

    mas,isa nyuri bandwidth tetangga (LAN) ngga?
    ajarin aq mas. hi hi hi

  4. hhm ,mas sebelum coba tutorial di atas, cari di om google.com dulu, konsep dan definisi dns server dulu,, ^_^

    hhm,, langganan blog ku aja dulu via email, suatu saat bikin artikelnya kalo sempet,, pengen UTS mslahnya,,

  5. ms..mo tnya,,,
    penggunaan lngsung buat dns ini ap s ms,,,
    umpama q pnya web d folder hw-itech,,
    nah buat bukanya d web browser 192.168.0.16/hw-itech/index.html..
    nah lok Q pngenNya hw-itech.com/hw-itech/index.html,,,
    t gmn cr buatNya y?

    • dari fungsinya DNS server adalah mengubah alamat ip ke dalam bentuk nama yang mudah diingat,,

      contohnya untuk mengubah 192.168.0.16 ke hw-itech.com lakukan dengan cara di atas mas,,,

      nameservernya kita buat ke ip 192.168.0.16,,,

  6. DNS itu = Domain Name Server atau Diomelin Nasib Sendiri ya???

    coming soon WordPress seri 3.0,,,, release 3 maret 2010. (beta)

    ayo vote menurut anda/pendapat anda tentang CMS yang selalu update dan di gunakan gampang…..

    1. Joomla
    2. Drupal
    3. WordPress
    4. Blogger
    5. Phpfusio
    dan lainnya…..

  7. mam..gw bingung mau nanya lu lewat mana..lewat sini aja ya..

    udah pernah coba install tweetdeck mam?

    qo gw error yah? errornya
    gini..

    Sorry, adobe air has a problem running on this computer

    tweetdeck is having trouble storing your passwords securely..

    cepet bales ye mam..urgent ini..hehee thanx mamennn..

    • sori baru gue baca..

      gue udah pernah coba install tweetdeck, dia butuh adobe air,, nah gue coba tuh installl adobe air,, eh ternyata adobe air gak mendukung tipe linux slackware,, yaudah gw cari di sourcenya,, eh masih gagal instal adobe air… trus gue nemu forum yang ngebahas instal tweetdeck, tapi udah ilang urlnya..

      gue donlot semua perlengkapan… dan sampai saat ini gue belum nyoba😀

  8. nah..itu die mam..haha ga jelas banget ye gw install tweetdeck..hehe..

    nah gimana tuh masa adobe air ga temenan ma slack??

    sourcenya juga ga ada ye..biar compile sendiri..hah pusing sama air air neh..😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s