Beberapa pertanyaan yang sering masuk ke kuping gue slah satunya seperti ini. “Emang hebatnya ape sih Slackware ?? apaan sih Slackware?? atau : ah males gue pake Slackware, ribet dah..” Distro Linux itu ratusan jumlahnya, maaf buat orang udik Distro yang dimaksud “Distro Linux” adalah distribusi linux atau macam-macam linux, bukan tempat beli baju anak “g4uL” wkwkwkw,, menang tempat doank, kualitas kaki lima,, payah dah… nah salah satu distribusi linux yang paling mendunia adalah Linux Lanjutkan membaca ‘iiih serem,,ada slackware,,, (it’s Joke !)’
Arsip untuk Kategori 'linux'
iiih serem,,ada slackware,,, (it’s Joke !)
Diterbitkan 8 Desember 2009 Logbook , linux Tinggalkan a KomentarTags: distro, kidding, konfigurasi, linux, setting, slackware
Install Driver NVIDIA MX 4000 di Linux Slackware 12.1
Diterbitkan 24 Agustus 2009 linux 5 CommentsTags: driver, hardware, instal driver nvidia, invidia, konfigurasi, linux, setting, slackware

Bagi anda yang masih menggunakan Wind*** biasanya saat anda terpaksa atau rutin meng-install ulang Sistem Operasi Wind*** karena terinfeksi virus, file system corrupt, partisi rusak, pernah di hack, bosan update melulu, banyak kutunya, sering hang, atau booting lambat dan masih banyak keluhan lainnya di sistem operasi tersebut
. Secara default sudah mengenali hardware VGA Driver NVIDIA walaupun kinerja belum optimal, lalu install Lanjutkan membaca ‘Install Driver NVIDIA MX 4000 di Linux Slackware 12.1′
Bagaimana Konfigurasi/Setting SSL Web Server Apache di Linux Slackware
Diterbitkan 23 Agustus 2009 linux 1 CommentTags: apache, konfigurasi, Networking, server, setting, setting ssl, slackware, ssl
SSL kepanjangan dari Secure Socket Layer yang merupakan cara untuk mengamankan data yang akan ditransfer dengan mengkonversi plain text ke chipper text. SSL atau TLS (Transport Layer Security) membentuk protokol yang aman daripada HTTP yaitu HTTPS. Lanjutkan membaca ‘Bagaimana Konfigurasi/Setting SSL Web Server Apache di Linux Slackware’
Bypass Password Linux dan Windows
Diterbitkan 3 Juli 2009 Computer Security , linux 13 CommentsTags: authentication bypass, escalating privilege, Exploiting, password bypass
Artikelnya emang Script Kiddie abiezz,,cuma share dikit aja karena Seorang teman pernah bertanya kepada saya “mam gimana si cara jebolin password admin” terus saya jawab “jiaah,,anak smp yang udah make komputer juga bisa dul”. Lanjutkan membaca ‘Bypass Password Linux dan Windows’
Local Root Exploiting
Diterbitkan 25 Mei 2009 Computer Security , linux 6 CommentsTags: bugs, Exploiting, local exploit, vulnerability
Biasanya seorang attacker setelah berhasil mengeksploitasi sebuah sistem dilanjutkan dengan aktifitas “Previlige Escalation” dengan tujuan dapat berbuat banyak pada sistem, caranya dengan berbagai cara seperti trapdoor, local exploiting atau yang lainnya. Pada artikel ini dijelaskan bagaimana cara local exploiting dengan memanfaatkan bugs exit_notify pada kernel 2.6.29 ke bawah.
Lanjutkan membaca ‘Local Root Exploiting’
Setting FTP Server dengan ProFTPD di Linux Slackware
Diterbitkan 2 Mei 2009 Networking , linux 7 CommentsTags: ftp, konfigurasi, linux, proftpd, server, setting, slackware
ProFTPD adalah free FTP daemon yang didistribusikan di bawah lisensi GNU Public. ProFTPD merupakan aplikasi FTP server yang terkenal akan kehandalannya. ProFTPD adalah ftp server yang dibuat untuk Unix dan keluarga unix, seperti Linux, OpenBSD, FreeBSD, atau yang lainnya, dan tidak mendukung sistem operasi Win****.
ProFTPD FTP daemon yang bisa sedikit diandalkan keamanannya dan highly configurable. ProFTPD sanggup untuk melayani arsip file yang sangat besar di jaringan.
Lanjutkan membaca ‘Setting FTP Server dengan ProFTPD di Linux Slackware’
Bagaimana Setting DNS server di Slackware ??
Diterbitkan 16 Maret 2009 Networking , linux 10 CommentsTags: dns, konfigurasi, linux, Networking, server, setting, slackware
ffiiuh,,,,,,,,, akhirnya sukses juga seting DNS server di slackware gw, setelah 3 hari ngoprek sambil ketok-ketok pintu mas google, DNS merupakan singkatan dari Domain Name Service, fungsi utamanya adalah menerjemahkan alamat ip komputer dengan alamat yang lebih manusiawi atau bahasa daerahnya ?humanable?.
Seperti yang kita ketahui, setiap komputer yang terhubung ke internet harus punya ip address sebagai alamatnya.Tentunya kita tidak mungkin ingin selalu mengetikkan alamat seperti 66.94.234.13 untuk membuka email di yahoo.com, dan mengingat milyaran website dengan ip addressnya. (jangan gila donk).. #!##$%
di bawah ini beberapa file yang saya ubah untuk setting DNS, /etc/resolv.conf
/etc/named.conf
/var/named/caching-example/localhost.zone
/var/named/caching-example/named.local
kali ini saya akan membuat Server DNS dengan OS Slackware 12.1 (192.168.0.16) sebagai komputer A untuk menterjemahkan IP Address komputer B yang menjalankan Apache Webserver di OS Slackware 9.0 (192.168.0.6). Lanjutkan membaca ‘Bagaimana Setting DNS server di Slackware ??’
Pada suatu hari, entah apa yang sudah gw lakukan kepada Slackware box gue dikamar, sampai-sampai untuk login sebagai user biasa, bukan root muncul pesan seperti ini ; Fatal server error: Cannot move old log file (?var/log/Xorg.0.log? to ?/var/log.Xorg.0.log.old?
aghh cukup kaget juga,, apa yang harus gue lakukan, lalu saya coba mengingat apa yang telah gue perbuat, setelah di oprek-oprek hampir satu minggu, tak ada hasillnya, jadi setiap kali login selalu pakai akun root, pas hari jum’at tanggal 23 Januari 09 browsing di ruangan mentor, cari di google dengan keyword “Cannot move old log file” akhirnya ketemu juga di salah satu blog http://rumytaulu.wordpress.com
dengan mengetikkan perintah sbg ; chmod +s /usr/bin/X11/Xorg selesailah sudah masalahnya… zzzzzzzzz
Mengoptimalkan Linux Slackware
Diterbitkan 6 Maret 2009 linux 4 CommentsTags: linux, slackware, tips dan trik, tweaking
Sebenarnya secara default Slackware merupakan distro yang ringan untuk komputer jaman sekarang dibandingkan distro-distro besar lainnya, tetapi dengan sedikit sentuhan lembut, kita bisa membuat Slackware dapat berlari
kencang.
pertama-tama buka konsole dengan user root anda untuk menjalankan mantra-mantra,,ketikkan hdparm -t /dev/hda seperti ini;
(hda, hdb, atau sda, sdb, dst , ?> nama device harddisk di linux, kalau mempunyai lebih dari satu harddisk)
# hdparm -t -c /dev/hda
/dev/hda:
IO_support = 0 (default)
16-bit)
Timing buffered disk reads: xx MB in x.xx seconds = x.xx MB/sec
Hasil yang ada menunjukan harddisk tersebut diseting ke 16-bit dan tidak mengaktifkan dukungan DMA (alias default bawaan standard Linux).
Sekarang kita perlu mengaktifkan seting 32-bit dan DMA serta memeriksa timing yang di hasilkan.




















Komentar Terakhir